TANJUNGPINANG – Seluruh jajaran pejabat struktural dan pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang mengikuti pengarahan intensif dari Direktur Jenderal Imigrasi Republik Indonesia, Hendarsam Marantoko, secara virtual melalui platform Zoom Meeting, Senin (06/04).
Dalam agenda yang diikuti oleh jajaran imigrasi seluruh Indonesia tersebut, Dirjen Imigrasi menekankan transformasi pola pikir dan budaya kerja sebagai fondasi utama dalam menjaga kedaulatan negara serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Integritas Sebagai Fondasi Utama
Dalam poin pertama arahannya, Hendarsam Marantoko menggarisbawahi bahwa integritas adalah nilai yang tidak dapat ditawar. Beliau menginstruksikan agar seluruh insan imigrasi di lingkungan Kantor Imigrasi Tanjungpinang tetap menjaga marwah institusi dengan bekerja sesuai dengan regulasi dan kode etik yang berlaku.
"Integritas bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kita harus memastikan bahwa setiap proses layanan bersih dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat dan organisasi," tegas Hendarsam dalam paparannya.
Proaktif Terhadap Dinamika Global
Menyikapi perkembangan situasi keimigrasian yang kian kompleks, Dirjen Imigrasi juga meminta jajaran di daerah untuk lebih proaktif. Hal ini berkaitan dengan deteksi dini terhadap isu-isu keimigrasian, mulai dari pengawasan warga negara asing hingga respons cepat terhadap kendala sistem yang mungkin terjadi di lapangan.
Beliau berharap jajaran imigrasi tidak hanya bekerja secara rutin (business as usual), namun mampu melakukan mitigasi risiko dan adaptif terhadap dinamika permasalahan yang berkembang sangat cepat saat ini.
Komitmen Melayani Masyarakat
Menutup arahannya, Hendarsam Marantoko mengingatkan bahwa esensi dari setiap tugas keimigrasian adalah untuk melayani masyarakat. Beliau mendorong adanya inovasi yang berkelanjutan agar masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam mengakses layanan keimigrasian.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang beserta jajaran menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti instruksi tersebut. Partisipasi secara virtual ini menjadi bukti bahwa jarak bukan menjadi penghalang bagi jajaran di daerah untuk menyelaraskan visi dengan pusat demi kemajuan imigrasi yang lebih baik.

